Kenapa Agama Harus Islam

Kenapa Agama (harus) Islam? Seorang yang terlahir beragama Islam tentu dengan mudah menjawab: “Sesungguhnya Agama yang diterima di sisi Alloh (Tuhan) hanyalah Agama Islam” Al-Qur’an 3:19. Tetapi jika ditanya lebih lanjut: “Kenapa hanya Islam?” maka belum tentu setiap muslim bisa menjawab. Dan sudah barang tentu bagi non muslim juga tidak puas dengan jawaban tersebut.

Untuk bisa menjadi satu-satunya Agama yang diterima Tuhan, secara logis haruslah memiliki satu hal yang unik dan penting yang tidak dimiliki Agama lain. Keunikan ini bukan dalam tataran ritual ibadah, melainkan dalam hal yang lebih fundamental/mendasar seperti konsep tentang Tuhan dan keaslian petunjuk Tuhan. Karena ibadah yang unik tidak bisa dijadikan tolak ukur kebenaran suatu agama, karena dapat dengan mudah diciptakan oleh pikiran kreatif manusia.

Ada dua keunikan dasar yang akan diikuti keunikan-keunikan turunannya…

Keunikan pertama:
Islam mempunyai konsep Ke-Tuhanan yang sederhana tapi unik, yaitu Tuhan itu satu, Dia- lah Alloh, Yang Maha Kuasa dan Pencipta atas segala sesuatu, sehingga hanya Dia-lah yang pantas disembah. Dia Yang Maha Mendengar dan Melihat, sehingga tidak memerlukan perantara dalam peribadatan, termasuk di dalamnya doa.
Al-Qur’an 39:11, yang artinya: “Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik/mempersekutukan Alloh)…”
Suatu konsep yang sederhana dan paling masuk akal dan hati, namun anehnya hanya dimiliki Islam. Masuk akal dan hati karena memang sesuai dengan fitrah / default yang telah ditanamkan Alloh dalam diri setiap manusia:
Al-Qur’an 7:172 yang artinya: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”.
Sehingga Tuhan itu satu, yang memiliki sifat Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Dialah yang menciptakan segala sesuatu, merupakan konsep yang paling mudah diterima, bahkan oleh orang-orang yang dilahirkan dari keluarga non-Muslim sekalipun.
Mengesakan Alloh (Tauhid) menjadi pusat ajaran dalam Agama Islam. Sehingga dengan mempersekutukan Alloh (syirik) identitas keislaman seseorang atau sesuatu aliran/organisasi/sekte yang berlabel Islam akan hanya sebatas label, dan sejatinya bukan Islam. Alloh, sebagai Yang Maha Kuasa, menjadi Tuhan yang Maha. Segala sesuatu bergantung dan tergantung pada-Nya. Manusia, malaikat, setan, iblis, binatang, tumbuhan, dan segala makhluk hidup ataupun mati berada dalam kekuasaan mutlak-Nya. Mungkin ini hal yang logis, tapi kenyataannya, banyak agama lain yang menggambarkan tuhannya sibuk/kerepotan melawan setan. Kejahatan dan kebaikan digambarkan sebagai kekuatan Setan dan Tuhan yang berlawanan. Bahkan tidak jarang kekuatan Setan digambarkan lebih kuat, garang, dan mengerikan dibandingkan dengan kekuatan Tuhan yang halus dan lembek.
Jika ditengok lebih jauh, peran sinkretisme (asimilasi budaya) Yunani dan Romawi kuno

About these ads
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s